Dalam upaya meningkatkan pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan pemasyarakatan, Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara, Heisye Ratulangi, S.Th., melaksanakan kegiatan penyuluhan rohani di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Muara Teweh, Rabu (13/05/2026).
Kegiatan penyuluhan tersebut berlangsung di lingkungan Lapas Kelas II B Muara Teweh dan diikuti oleh sejumlah warga binaan beragama Kristen dengan penuh antusias dan khidmat. Penyuluhan ini merupakan bagian dari program pembinaan keagamaan yang secara rutin dilakukan oleh Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara sebagai bentuk pelayanan keagamaan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan pemasyarakatan.
Dalam penyampaiannya, Heisye Ratulangi memberikan penguatan rohani, motivasi kehidupan, serta mengajak para warga binaan untuk terus memperbaiki diri, menjaga harapan, dan mendekatkan diri kepada Tuhan di tengah proses pembinaan yang sedang dijalani. Ia menekankan bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik apabila memiliki niat, tekad, dan semangat untuk memperbaiki kehidupan.
“Melalui kegiatan penyuluhan ini, kami berharap warga binaan dapat memperoleh ketenangan batin, penguatan iman, serta motivasi untuk menjalani kehidupan yang lebih baik ke depannya. Pembinaan kerohanian sangat penting sebagai bekal dalam membangun karakter dan mental yang positif,” ujarnya.
Selain penyampaian materi rohani, kegiatan juga diisi dengan doa bersama dan sesi diskusi interaktif antara penyuluh dengan warga binaan. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan tampak selama kegiatan berlangsung, di mana para peserta aktif mengikuti jalannya penyuluhan.
Pihak Lapas Kelas II B Muara Teweh menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dan mengapresiasi perhatian serta kontribusi Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara dalam mendukung pembinaan spiritual warga binaan. Menurut pihak lapas, pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membantu proses pembentukan karakter, pengendalian diri, serta pemulihan mental para warga binaan agar siap kembali ke tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan dan pembinaan keagamaan yang inklusif serta menyentuh seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna mendukung terciptanya pembinaan yang humanis dan bermartabat di lingkungan pemasyarakatan.



